Komentar Pendek Ical Soal Pidato Jokowi: Bagus
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) memberikan komentar singkat terhadap pidato perdana Joko Widodo (Jokowi) usai dilantik sebagai Presiden ke-7 RI.
Ical menyebut, pidato Jokowi sebagai presiden sudah bagus. Namun, dia tidak merinci lebih jauh lagi.
"Ya bagus," kata Ical usai menghadiri pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla di Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/10/2014).
Golkar merupakan salah satu partai politik yang tergabung dengan Koalisi Merah Putih (KMP) pendukung Prabowo-Hatta saat Pemilu Presiden Juli 2014.
Mantan Menko Kesra ini tampil dengan peci hitam dan berjas hitam. Ical berpendapat, sangat bagus jika Jokowi-JK memenuhi janjinya saat berkampanye kemarin.
"Harapan ke depan, semua janjinya yang dilakukan saat kampanye sy kira kalau dipenuhi bagus," tegas Ical.
Prabowo Tunggu Janji Kampanye Jokowi
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menunggu Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewujudkan janji-janji saat kampanye Pemilu Presiden 2014 lalu.
"Komitmen kepada kebangsaan, komitmen kepada trisakti, Bung Karno, berdaulat di bidang politik, berdiri di atas kaki sendiri," ujar Prabowo di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Senin (20/10/14).
Prabowo mengaku akan mendukung Pemerintahan Jokowi jika Presiden ke-6 itu dapat memenuhi janji-janjinya itu.
Menanggapi pidato perdana Jokowi yang singkat usai dilantik sebagai Presiden RI di gedung parlemen, Prabowo berkomentar singkat.
"Menurut saya pidatonya (Jokowi) bagus," ucapnya.
Prabowo: Kita Kasih Kesempatan Jokowi untuk Bekerja
JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto akan mendukung program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menjalankan pemerintahannya. Prabowo mengajak segenap masyarakat memberi kesempatan kepada Jokowi untuk bekerja.
"Insya Allah, kita berpikir positif, kita beri kesempatan untuk beliau (Jokowi) bekerja dengan baik. Saya kira itu budaya kita," kata Prabowo di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (20/10/14).
Namun Prabowo akan mendukung jika Jokowi menjalankan program-program pemerintahah yang mengutamakan kepentingan rakyat Indonesia.
"Saya kira program kita sangat jelas, pro rakyat. Kuncinya itu, berdiri di atas kaki kita sendiri. Kita harus menjaga kekayaan bangsa Indoneisa harus untuk seluruh rakyat Indonesia, tidak hnya segelintir orang saja," jelasnya.
"Sekarang pertumbuhan pembangunan memang bagus, tapi yang nikmati hanya segelintir orang, kita mau rakyat yang banyak menikmati," imbuh Prabowo.
Abbott Merasa Terhormat Hadiri Pelantikan Jokowi-JK
JAKARTA - Paripurna MPR melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019.
Kegiatan ini dihadiri sejumlah petinggi negara termasuk Perdana Menteri Australia Tony Abbottyang datang dengan jas hitam. Abbott mengaku mendapat penghormatan bisa menyaksikan langsung pembacaan sumpah dan janji Jokowi-JK.
"Its a honour, thats all," kata Abbott singkat sebelum meninggalkan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014).
Selain Abbott, pelantikan Jokowi-JK juga dihadiri Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry, PM Malaysia Najib Razak, Sultan Brunei Hassanal Bolkiah, serta beberapa petinggi negara lainnya.
Pidato Jokowi Dinilai Normatif dan Tidak Rinci
JAKARTA - Pidato Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam sidang paripurna MPR dinilai terlalu normatif.
Jokowi dinilai tidak menyinggung problem bangsa beserta solusinya. Namun, hanya mengungkapkan optimismenya.
Direktur Puspol Indonesia Ubedilah Badrun mengatakan, pidato Jokowi selama lebih kurang 12 menit itu tidak detail.
Menurut dia, Jokowi menyampaikan hal normatif seperti mengajak seluruh komponen bangsa untuk menyatukan tangan dan hati, bersatu dan gotong royong untuk mewujudkan kemandirian ekonomi.
"Pidato tersebut tidak detail untuk menggambarkan problem ekonomi, tantangan ekonomi dan agenda ekonomi pemerintahannya," ujar Ubedilah dalam siaran persnya kepada Sindonews, Senin (20/10/2014).
Kendati begitu, kata dia, Jokowi hanya memberikan optimisme dengan mengangkat kesan persatuan seluruh elite politik di Indonesia.
"Ini modal politik penting pemerintahan baru. Modal politik ini harus bisa dijaga dan dimanfaatkan Jokowi-JK dalam menjalankan pemerintahan baru," tutur pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta ini.
Ical: Pidato Jokowi Sesuai Visi-Misi KMP
JAKARTA - Ketua Umum Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie (Ical) menyatakan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) sesuai dengan keinginan Koalisi Merah Putih (KMP).
"Ya pidatonya sesuai dengan visi dan misi Koalisi Merah Putih, tinggal aplikasinya saja," ujar Ical di Gedung Parlemen DPR Senayan, Jakarta, Senin (20/10/14).
Ical juga mengatakan program Jokowi untuk menjadikan Indonesia negara maritim sangat sesuai dengan keinginan Partai Golkar. "Itu bagus salah satu dari keinginan Partai Golkar di 2045 itu menjadikan Indonesia negara maritim," paparnya.
Dia menegaskan, KMP berhubungan baik dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di Parlemen. Katanya, KMP akan mendukung sepenuhnya pemerintahan Jokowi-JK.
"Baik-baik saja di parlemen enggak apa apa, KMP solid. Yang baik itu kita dukung, kalau yang tidak baik ya kita luruskan supaya baik," jelasnya.
Jajaran Politikus Demokrat Sambut Jokowi-JK
JAKARTA - Upacara penyambutan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) akan digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/10/2014) pukul 14.00 WIB.
Sejak pagi hingga siang ini, kompleks Istana Negara dipadati oleh berbagai elemen masyarakat.
Mereka di antaranya sekira 700 relawan Jokowi-JK yang kompak mengenakan kemeja putih dengan celana bahan warna hitam.Selain itu, keluarga besar Jokowi-JK. Begitu juga dengan puluhan kader Partai Demokrat.
Mereka di antaranya Ruhut Sitompul, Dede Yusuf Macan Effendi, Nurhayati Ali Assegaf, Venna Melinda, Max Sopacua, Saan Mustofa, Agus Hermanto, Melani Leimena Suharli.
"Kita akan mengikuti upacara penyambutan Pak Jokowi," kata politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul di kompleks Istana,